Kamis, 08 September 2011
Eid Mubarak's Holiday #5 - Yang Sabar Buat Antri....
Cast: Aku, budhe Pipik, pakdhe Pipik, mas Arif.
Hari kedua menginap alias hari Kamis, 1 September 2011 sekitar pukul 3-4 sore.
Aku udah shalat Ashar. Rencananya, abis ini aku mau mandi. Karena videonya masih belum selesai juga, sambil nunggu budhe Yoyok keluar dari kamar mandi aku kerjakan lagi videonya. Sekitar 2 menitan, budhe Yoyok keluar. Aku cepet-cepet ambil pakaian ganti dan handuk, kemudian berjalan cepat-cepat menuju kamar mandi (ini karena aku selalu keduluan keluarga Lampung buat masuk kamar mandi). Tetapi?
Saat aku melongok dari pintu kamar mandi kamar tidur aku, bersamaan dengan budhe Pipik yang juga melongok dari kamar tidur keluarga Lampung.
Aku: "wah, budhe Pipik ya?" (cengar-cengir)
Budhe Pipik: "Iya... sayang mau mandi ta?" (senyum)
Aku:"Ngg... (mikir) nggak deh, budhe Pipik aja dulu"
Setelah itu pintu kamar mandi kamar tidur aku dikunci. Ini mah kebalikan, yang muda ngalah dulu.
Sambil nunggu lagi, aku ngelanjutin video aku.
Beberapa menit kemudian, budhe Pipik selesai. Cepet-cepet aku menuju kamar mandi. Dan..
Cklek.
Sialan, ada orang masuk lagi. Terpaksa nunggu lagi deh aku.
Kali ini bukan ngelanjutin video lagi, melainkan main sama mbak Ria di kasur. Loncat-loncat tempat tidur gaje, hahaha XD
Pintu kamar mandi terbuka lagi. Aku didorong mbak Ria biar cepet masuk. Belum sempat aku melongok seperti tadi....
Cklek.
Aku: (dengan wajah yang menyala-ketok pintu)
mas Arif: "Iyaa?"
Sialan. Didahului terus. GIMANA NASIB AKU?! NGGAK MANDI SORE, HAH?!
=="
Minggu, 04 September 2011
Eid Mubarak's Holiday #4 - Bintang..Bulan....
Cast: Pakdhe Pipik, Saya
Suatu sore, saya lagi mau shalat Ashar. Ya, shalat Ashar dulu lah, terus baru garap proyek video yang belum selesai juga.
Nah, ini kejadiannya begini nih!
Pas shalat rakaat kedua, pintu kamar mandi di kunci. Aku bisa denger-dan kemungkinan salah satu dari keluarga Lampung ada yang lagi berurusan dengan alam kamar mandi (ealah, bahasa apaan ini?). Jadi, di awal perjanjian itu, kalau salah satu pihak dari keluarga Jember yang memakai kamar mandi, maka pintu kamar mandi keluarga Lampung dikunci. Begitu juga sebaliknya :)
Tapi kali ini urusannya bukan karena pintu kamar mandi dikunci itu, kawan. Namun....
Saya: (Shalat)
Pakdhe Pipik: "Bintang.. bulan.... na..na..na..na..na...."
Saya: (nahan ketawa karena dengar suara pakdhe Pipik yang begitu fals-nya)
Pakdhe Pipik: "Bersinar.. du..du..du.... naaaaaa~~ naa na naaaa~~~" (suaranya meliuk-liuk dan bertambah fals)
Saya: (semakin tersiksa menahan tawa)
Pakdhe Pipik: "Hihihih~~~~~Hihihih~~~ hi...hiii....hi.... (lalu bersiul) fiu..fiu.. (jeda) FIUUUUU~~~"
Saya: (akhirnya..) "NYAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHHHAHAHA" (ketawa ngakak abis, guling-uling di lantai.
Hilang sudah kesempatan pertama shalat Ashar saya gara-gara nyanyian melolong pakdhe Pipik.
Jumat, 02 September 2011
Eid Mubarak's Holiday #3 - Siapa?
Korban: Saya *eaa, sekarang saya waktunya ngeksis neeh :D
Ketika itu, saya lagi mandi. Pintu kamar mandi ini ada dua, yang sebelah kiri tembus ke kamar keluarga Lampung (pakdhe Pipik, budhe Pipik, mbak Wiwik, mas Arif). Sedangkan pintu yang sebelah kanan tembus ke kamar keluarga Jember (pakdhe Yoyok, budhe Yoyok, mbak Ria, ibu, bapak, mas Puguh, aku).
Keluarga Jember sama keluarga Lampung semuanya keluar buat makan *except ME of course!-dan nggak ada SESEORANGpun yang ada di kamar.
Mbak Ria tiba-tiba masuk. Aku langsung serbu aja dengan pertanyaan-pertanyaan aku.
Aku: "Mbak, tadi kamu tahu siapa yang ketok pintu kamar mandi pas aku mandi tadi?"
Mbak Ria:"Ah, enggak. Aku nggak lihat! Tadi pas kamu mandi aja nggak ada orang. Pintu masih ketutup rapat kok"
Nah, loh?
Eid Mubarak's Holiday #2 - POS INDONESIA
http://twitpic.com/show/iphone/6eqo8y
http://twitpic.com/show/iphone/6eqpr1
http://twitpic.com/6esmc3
Err, saya juga minta maaf karena kebanyakan fotonya nggak fokus ke orangnya *kamsud saya itu orangnya lihat ke kamera, gitu. Karena saya bener-bener nggak berani untuk bilang "boleh enggak aku ngambil gambar kamu?" <<----- KATA-KATA YANG SAYA TAKUTI.
NB: Ampun mas Arif. Ampun. Abis kaosmu itu mas, nggak nahan XD
Eid Mubarak's Holiday #1 - Hai Cewek....
Tersangka: mbak Ria *pemanggil* mbak Luki *objek* mas Arif *korban*
Tanggal 2 September ini, waktunya beres-beres dan kembali ke masing-masing tempat asal. Keluarga Lampung, pakdhe Pipik, harus berangkat lebih dulu disebabkan karena jauuuuuhh *ya iyalah, jelas banget. Lampung-Jember itu butuh nyebrang pulau* tempatnya. Alhasil, semua keluarga harus ikut-ikutan pulang pagi (sebenarnya juga ada maksudnya, biar sampai tempat tujuan nggak terlalu malam gitu). Sebelum foto bersama....
Di kamar aku, ada mbak Ria sama aku. Aku duduk lagi nyelesaikan draft blogger yang ternyata HILANG-sementara mbak Ria ngadep ke jendela cari-cari udara segar. Mas Arif lagi nyiapkan mobil (mas Arif dari keluarga Lampung) yang juga di halaman samping villa. Tiba-tiba, mbak Luki keluarga ke halaman samping lewat pintu belakang.
Mbak Ria: "Hai ceweeeeekkk~~" *nyapa mbak Luki*
Mas Arif: "Hai jugaaaa"
Langsung aja tawa kita bertiga meledak. Mas Arif cuma bisa diem, plus cengar-cengir dengan sorot mata yang bicara "apaan, sih?". Sementara mas Arif bengong lama-tawa kami tak kunjung berhenti. Bahkan perut saya sampai sakit ketawa terus.
Berhubung mas Arif punya jenggot yang belum tumbuh lebat dan rambut yang masih baru tahap pertumbuhan awal-aku langsung nyeletuk, "waah, cewek kok rambutnya nggak sehat gitu? Punya jenggot lagi!" daan, tawa mas Arif-seperti orang Lampung-tawa dengan gigi putihnya yang bikin silau *cliiiing!* dan suara ditahan di tenggorokan.
Dashi Dorawaa!
Setelah hiatus dua hari (setengah, full, setengah. Setengah-setengahnya itu digabungin), saya merasa terbebas juga dari jeruji besi *emang gue teroris yak?* internet. Cukup sudah. Walaupun saya bawa modem dua, tapi ya tetep aja. Saya nggak sempat pakai dan cuman dipakai pas nonton slideshow reuni.
The plan for now is..
Membocorkan apa yang terjadi mulai tanggal 1 September malam hingga 2 September pagi. Selama reuni keluarga tadi, banyak cerita-cerita lucu, cerita-cerita serem (karena nginapnya di villa peninggalan Belanda), cerita-cerita garing dan aneh. Jadi, saya bakal cerita. Di blogger bakal cerita, sementara kalo mau lihat foto kalian harus klik link yang tersedia di postingannya. Saya juga lagi muaaaales mau nge-upload foto-fotonya. Langsung aja di link-nya
Cerita-ceritanya ini bakal saya persingkat *males nulis panjang-panjang*. Maksudnya adalah per postingan-postingan. Jadi, satu postingan = satu cerita.
Understand? See you again in next post.
Selasa, 30 Agustus 2011
30 Januari Dalam Pikiran Saya
Malam takbiran ini baru pertama kalinya saya nggak ikut takbiran. Bukan males, tapi karena saya cewek sendiri. Lagipula, saya juga punya feel nggak enak tahun ini. Entah ada apa, saya nggak tahu.
Kalimat saya bener-bener kacau. Saya mati kata. Bukan mati kutu. Saya benar-benar kehabisan kata. Padahal sebelumnya, saya udah rencanain mau bahas apa di blog, tapi udah buyar-karena ide saya dikuras habis untuk membuat video. Video ini rencananya buat di tayangin di reuni keluarga besok. (Ihihihiii, sebenarnya saya nulis ini juga kacau lho. Mondar-mandir dari Twitter-Blogger-Twitter-Blogger. Plus juga masih utak-atik WLMM. Ya Allahm berilah hambamu kekuatan.
Mau cerita? Apa yak? Apa? Saya bener-bener kehabisan ide.
Cerita kehebohan malam takbiran saya? Oke lah. Jangan protes! (emang sapa yang protes coba?)
Selama para kaum adam takbiran (kecuali si mas triplek *demi keamanan saya samarkan juga namanya*), para kaum hawa mulai sibuk ngelakuin hal-hal semaunya sendiri. Ini emang bener.
Langsung aja karena laptop saya dipake mbak Kiki *AGAIN* akhirnya saya meluncur ke laptopnya mas Puguh yang masih di standby. Dan internetan sambil ngelanjutin proyek video buat reuni.
Saya sempet frustasi sama ini video. Masalahnya, reuni keluarga ini besok. 31 Agustus. Dan baru kepikiran semua ide untuk membuat slide foto ini tanggal 29. Dan baru mengunggah Windows Live Movie Makernya tadi siang. Makanya, ini sudah ribut sejak jam 1 (sebelum saya tidur siang) sampai sekarang. Gila, deadline banget tahu. Akhirnya diputuskan, kalo masih sempat ya buat lagi. Kayaknya, ini bener-bener maksa saya buat begadang semalaman.
NB: Saya itu terlatih banget kalo soal tidur. Pernah, saya tidur jam 3 pagi pada hari lebaran dan bangun jam 4. Percaya atau enggak, saya bangun tidur nggak tidur siang-dan ini juga nggak ngantuk-ngantuk lhoo.
Tapi, tahun ini? Saya dilarang untung begadang. Padahal saya udah siap mi kauh semangkok buat nemenin begadang u,u. Ya, tapi mungkin karena saya yang sukja telat bangun tidur sehingga subuhnya jadi SUHAK *subuh-duha'*, makanya saya dilarang begadang.
Made by CPS13, Jjinbang wang jawa.
30 Agustus atau 31 Agustus?
Kemaren, tanggal 30 Ags, sidang isbat dilaksanakan. Ternyata menurut pengamatan, hilal yang kelihatan hanya bertinggi kurang dari 2 derajat. Yaa~ akhirnya sekitar jam setengah 8 -8, di tentukanlah bawa 1 SYAWAL JATUH PADA TANGGAL 31 AGUSTUS 2011.
Setelah ini, rumah saya hening.
YA IYALAH! #smochibakpau Gimana mau nggak hening coba? Orang bunda aku udah masak nasi kuning banyak tgl 29 Ags, eh, lebarannya masih lusa. Saudara juga ngira lebarannya 30 Ags, makanya langsung meluncur ke Jember 29 Ags. Tapi nggak papa, bisa ikut takbiran.
Akhirnya, kita semua bisa nerima kalo lebarannya emang tanggal 31 Ags. Padahal rencananya ini saya maunya mudik tanggal 31, pulang tanggal 2 September. Jadi bisa dikatakan, lebaran tahun ini kacau balau rencananya. Padahal sebelumnya sudah di rencanain mateng-mateng.
Tapi, judul diatas ini bener-bener nggak nyambung sama cerita saya yang dibawah. Cekedot.
Sahur. 3o Agustus diawali dengan sahur. Kebetulan saya bangun jam setengah 4. Alhamdulillah, jadi sahur saya lancar-lancar aja sih. Setelah imsak, kita pada shalat Subuh berjamaah bareng di masjid. Jujur, seumur hidup saya, ini pertama kalinya saya shalat Subuh di masjid komplek perumahan.
Setelah itu?
Betul pemirsa-pemirsa. Tidur.
*****
Saya bangun pagi sekitar jam 8. Terus mandi. Dan ini juga pertama kalinya saya mandi di bawah jam 9 pagi waktu liburan. terlalu... tertib mungkin?
Setelah itu *lagi-lagi* aku, mbak Kiki pergi ke dunia maya. Mbak Kiki pake laptop, sayanya pake komputer karena saya lagi pingin internetan sambil utak-atik editan saya di photoshop. terus ganti mas Puguh, dia nyalakan laptopnya di meja belajar saya. Dan.. mas Indra nyalain laptopnya juga di mushala. Alhasil, kita semua kayak hiu rebutan daging. Artinya-kita rebutan sinyal wifi dalam satu rumah =="
Err? Sekian dulu, otak aku lagi nggak ada koneksi buat ngepost hal-hal yang berguna. Insyaallah, nanti malam aku bakal ngepost lagi yang rada masuk akal ^^
CPS13
Senin, 29 Agustus 2011
Jembatan Terpanjang di Dunia dan Cari 3 Perbedaan
Start, Jembatan Terpanjang di Dunia
Ini kejadiannya tadi siang, pas aku masih terjaga belum mandi di depan laptop plus mas Puguh yang lagi FB-an.
Mas puguh lagi buka FB-dan dia berkunjung ke grup mahasiswa baru *** (disensor untuk keamanan bangsa dan negara). Dia jalan-jalan tuh, sampai menemukan sebuah link dengan judul Jembatan Terpanjang di Dunia. Langsung aja kakakku ini nge-klik ini link.
Dia scroll down layarnya sampai ke bawah.... jembatannya masih ada..... ke bawah lagi, masih ada.... daaan.....
Endingnya?
Bapakku malah marahi kami mas Puguh karena teriak keras-keras.
Next, Cari 3 Perbedaan
Aku jadi tertarik pas mas Puguh teriak gitu. Terus kita nelusuri page *** dan nemuin link lagi. Akhirnya di-kliklah link itu. Bukan, ini buka horror kok, yang muncul. Melainkan gambar tebing oegunungan dengan sebuah kapal layar. Setelah agak lama mengamati?
Gambar di computer:" HOAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!"
Aku-Mas Puguh: "HOAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!"
Sabtu, 27 Agustus 2011
Bromo 2009
Karena pengalaman yang ini sudah tahun 2009, jadi saya rada' sedikit pikun dengan lika-liku menuju gunung Bromo yang lagi sakit batuk beberapa bulan yang lalu.
Dan, postingan ini saya dedikasikan #eaeaea buat mbak Aya, semoga dikau menikmati cerita yang rada' aneh ini mbak.
-Begin-
Dikejar Bule Jerman
Bromo, 2009. Lupa bulan, lupa tanggal. Lupa jam berangkat pula.
Pas 2 tahun lalu, saya sama keluarga sepupu saya pergi ke Bromo. Untung gunungnya masih belum sakit batuk-tak ditemukan obat, masih sehat waktu itu Bromo-nya. Nah, buat mempersingkat cerita, langsung cekedot dari mulai WC umum aja yak?
Setelah turun dari jeep yang membawa saya dan selengkap rombongan, kami turun. Unhtuk mengantisipasi bila kebelet pipis pan baru nyampek puncak di Bromo, akhirnya kami berjalan ke WC umum terlebih dahulu (WC-nya ini bau pesing tapi bersih, rada' mual aku disini). Di luar WC inilah, penjaga WC berinteraksi pakai bahasa Inggris yang pastinya agak aneh juga. Ya, maklumin aja lah.
Abis itu, kita langsung jalan ke gunung Bromo. Sebelum mendaki, kita foto-foto heboh (udah pasti, ini tradisi yang nggak bisa ilang dari keluarga besar Hadiwinoto) dulu di depan gunung Batok. Baru abis itu kita rame-rame daki gunung Bromo-nya.
Baru naik berapa tangga, tiba-tiba Mbak Ria nyeletuk "nggak pake sendal kok panas, ya? Ganti pake sandal boleh nggak?" ini yang menyebabkan perjalanan kami diperlambat sekitar 30 menitan (pakde dan mbak Ria sama-sama telanjang kaki. Bayangin, kita jalan di pasir, dan pasirnya PANAS. Mantab tuh, kaki goreng deh :3). Pakde saya-sebagai ayah dari Mbak Ria (bahasa apaan ini, kok formal bangeeet?) manggil kuda, beliau balik lagi ke tempat jeep diparkir, ngambil sendalnya mbak Ria dan beliau sendiri, terus balik lagi.
Mendaki Bromo ini nggak perlu pake sepatu dengan duri yang kayak dipake Spongebob buat nyoblos mata pencekik di serialnya itu. Cuman sepatu biasa, yah, sepatu sekolah. Saya pake sepatu sekolah buat mendaki gunung dan hasilnya sepatu ini berubah warna penjadi hitam keabu-abuan kena terpaan debu.
Jalur pendakian ini nggak rata Skylight, jadi cuman tanah dengan debunya itu tadi. Belum nyampe pucuk gunung, udah kelilipan mata saya. Alhasil, saya lebih milih mendaki tapi di urutan belakang.
Setelah mendaki gunung, masih ada sekitar 500-an lebih tangga yang harus didaki. Disini, bunda nyuruh aku, mbak Ria, mbak Laras sama mas Puguh buat ngitung jumlah tangga. Lumayan lah, bisa buat ngabisin. Setelah samapi di puncak, nggak ada yang bisa ngitung dengan bener jumlah tangganya. Dan juga nggak ada yang mau buat ngulangi ngitung tuh tangga. Karena bau belerang yang amat menyengat, kita semua pada kompak nutup hidung pakai sarung tangan. Kami nggak lama-lama di atas, karena pada nggak kuat semua juga.
Di tangga yang ini:
Saya nggak punya foto tangga yang polos, jadi ambil foto yang ini aja, deh.
Saya dikejar bule. Bule yang tadi ngomong di WC umum sama penjaga WC-nya.
Ketika menuruni tangga, saya nyalip si bule Jerman ini. Terus, ketika sudah agak jauh dari si bule Jerman ini, tiba-tiba....
Bule: “HEII!! YOUU!! WITH BLACK TROUSERS AND YELLOW SHIRT!! WAIT FOR ME!!!!”
#JDEEER. Saya pake celana panjang hitam dan kaos kuning lengan panjang. Bule ini manggil saya?
Cepat-cepat saya balik badan, dengan mulut ala ikan koi dan telunjuk di dada. Bule Jerman semakin dekat dengan saya... dan... dan.....
Seakan-akan bule ini bilang “sorry it’s not you” dia cuma nunjuk temannya yang udah lebih jauh di bawah. DAN TEMANNYA INI PAKE CELANA PANJANG PLUS KAOS KUNING.
Oh Tuhan, aku cuma bisa ngangguk dan cengar-cengir.
*****
Setelah lewat tangga dan jalur menurun pasir, kini saatnya ke batu gede yang dibuat berteduh sebelum mendaki tadi. Disini juga kejadian.
Mbak Laras sama aku ngelewati padang pasir abu-abu. Untung aja nggak ada anginnya, jadi nggak kelilipa ini mata.
Tiba-tiba lagi, ada suara kuda meringkik dibelakang kami. Mbak Laras noleh.
Mbak Laras: “Dek... coba liat ke belakang. Lari yuk?”
Aku: “Apa-apaan sih, wong cuma.....” (noleh kebelakang, dan..) “LARIIII!!! CEPETAN LARIIII!!!!!
Bule Jerman yang berbeda lagi itu naik kuda yang dipacunya kenceng-mana ke arah kita berdua, lagi! Langsung aja kita berdua lari cepet-cepet, kalang kabut, sepatu kemasuka pasir segala. Mbak Laras mau jatuh, gara-gara kita lari muncul banyakdebu-saya kelilipan.
Alhasil, setelah lari cukup jauh, ternyata.......
..............
.................. BULE INI NGEJAR SI EMPUNYA KUDA YANG DI KEJAUHAN.
Sekali lagi, aku cuman cengir-cengir. Plus gaya ‘capek deh’ yang nggak oke, kita akhrinya jalan sampai batu gede dengan ngos-ngosan.
Mbaknya, inilah cerita saya dikejar bule Jerman naik kuda. Rada nggak lucu, ya? Saya emang bukan pelawak mbak, Cuma anak 11 tahun yang gemar makan-tidur-makan-tidur sehingga melar badannya J *peace!